Puisi tentang Pahlawan
Assalamualaikum teman-teman! Untuk kali ini, aku ingin share puisi lagi. Tapi kali ini dengan tema yang berbeda. Tema untuk puisi kali ini adalah tentang "Pahlawan". Selamat membaca!
Untuk Pahlawan
Oleh : Yunia Harmulyati
Kau relakan semuanya
Demi negeri ini
Demi tanah air ini
Demi sebuah kemerdekaan
Kau relakan semuanya
Dengan darah berlumur di sekujur tubuh
Air mata bercucuran
Hancur lebing tulang belulang
Hanya untuk negeri ini
Hanya untuk tanah air ini
Hanya untuk sebuah kemerdekaan
Sangsaka merah putih pun melambai-lambai
Menandakan perang telah usai
Kini dirimu telah tiada
Hanya jasamu yang dapat kulihat
Hanya jasamu yang dapat kukenang
Tubuhmu hancur
Hilang entah dimana
Untuk dirimu, Pahlawanku
Aku perjuangkan negeriku
Aku perjuangkan tanah airku
Aku perjuangkan Indonesiaku
Cukup puisi untuk kali ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk baca karyaku yang lainnya. Kalian bisa lihat di https://namasayayunia.blogspot.co.id Terima kasih :)
Untuk Pahlawan
Oleh : Yunia Harmulyati
Kau relakan semuanya
Demi negeri ini
Demi tanah air ini
Demi sebuah kemerdekaan
Kau relakan semuanya
Dengan darah berlumur di sekujur tubuh
Air mata bercucuran
Hancur lebing tulang belulang
Hanya untuk negeri ini
Hanya untuk tanah air ini
Hanya untuk sebuah kemerdekaan
Sangsaka merah putih pun melambai-lambai
Menandakan perang telah usai
Kini dirimu telah tiada
Hanya jasamu yang dapat kulihat
Hanya jasamu yang dapat kukenang
Tubuhmu hancur
Hilang entah dimana
Untuk dirimu, Pahlawanku
Aku perjuangkan negeriku
Aku perjuangkan tanah airku
Aku perjuangkan Indonesiaku
Cukup puisi untuk kali ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk baca karyaku yang lainnya. Kalian bisa lihat di https://namasayayunia.blogspot.co.id Terima kasih :)
Kau cabut segala dariku, cemar dan node, gelap dan derita
BalasHapusKau beri segala padaku, kasih dan cinta, bintang dan surya
Partaiku, partaiku . . .
Wow . . . sangat menarik,indah dan sangat mendalam memang makna pengabdian dan dedikasi dalam syair ini. Pemujaan terhadap Partai dan Pemimpinnya terlihat sangat 'sakral' dan suci. Komunisme umumnya menentang pemujaan terhadap Tuhan, tetapi pemujaan terhadap partai dan pemimpinnya . . . bukan main.
Dalam pandangan sekarang karena perubahan dan perkembangan zaman serta kesedaran manusia, dan setelah pengetahuan publik tentang apa itu komunisme sudah semakin jelas dalam era keterbukaan, terasa dan terlihat jelas bahwa pengabdian kepada partai komunis itu adalah tipu muslihat belaka untuk memperkaya kelompok tertentu dan memusatkan kekuasaan sentral dalam melaksanakan rencana NWO.
Rencana ini sudah dimulai sejak pemberontakan komune Paris 1871. Marx masih menyaksikan pertempuran kaum buruh dan proletar ini, tetapi pengaruh revolusioner Bakunin lebih besar disitu dibandingkan Marx, karena Bakunin dan pengikut-pengikutnya yang sudah berjumlah jutaan di Eropah, sedangkan Marx sebagai sewaan bankir/tentenir internasional, bukan mewakili kaum revolusioner ketika itu.
Marx dan Engels disewa untuk secara intelektual mengarang teori-teori revolusioner untuk mengambil alih gerakan revolusiner dari tangan Bakunin. Dan Marx dalam sidang internasional 1872 di Hague berhasil menyingkirkan Bakunin dkk dari organisasi internasional itu.
Duit sudah memainkan pranan penting dalam pertarungan ini. Marx banyak duit dibelakangnya karena disewa oleh bankir dunia. Bakunin tak punya duit untuk datang ke Hague sehingga dia tidak bisa hadir tetapi disingkirkan saja. Dan setelah itu Marx, sewaan bankir/rentenir internasional memimpin organsiasi internasional itu atas nama komunisme.
"Marxism...the demagogic popular one" that is used to dupe the intellectuals and the masses. (238) Marx was hired by Rothschild to dupe the masses. Rakovsky says Marx "laughs in his beard at all humanity." (Sumber)
Bakunin dan Marx (majikannya) punya teori berbeda dalam soal revolusi dan kekuasaan. Marx dan majikannya dengan komunismenya mau bikin kekuasaan diktator proletar, sentralistis, sedangkan Bakunin pembagian kekuasaan secara regonal, kekuasaan tidak sentralistis.
Teori diktator proletar itulah yang kemudian masuk ke Indonesia dipakai oleh Semaun, Muso dan Aidit. Tetapi apakah PKI, Aidit, Muso dll itu sedar untuk melaksanakan rencana NWO itu, saya masih ragu. Juga masih diragukan apakah orang-orang ini sudah mengerti ketika itu, karena begitu ketatnya rencana itu dirahasiakan, rahasia mana baru terbuka jelas sekarang abad 21.
Sekiranya ada orang PKI yang masih bisa mempelajari latar belakang komunisme organisasi bankir/rentenir internasional itu . . . wow . . . dia akan mengerti lebih jelas apa yang ditulis oleh Henry Makow PhD dalam tulisan-tulisannya yang terkenal itu.
Hakekat sebenarnya dari komunisme sudah terbuka jelas dalam era keterbukaan, dan tak ada tempat sembunyi lagi bagi penipu-penipu internasional ini. Orang-orang seperti Henry Makow adalah penyelamat kemanusiaan, adalah penyelamat dunia dari bahaya penipuan yang mengerikan!