Cerita Fabel

Assalamualaikum teman-teman! Kali ini aku bakal share cerita fabel. Selamat membaca..

Suatu hari ada seekor kucing yang sedang berjalan di tepi sebuah jalan raya. Karena pada saat pagi itu suhu sangat panas, ia pun berteduh di bawah pohon yang tua, yang tumbuh di sebelah suatu sekolah. Kucing itu tengah menikmati lantunan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”.

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Lengan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negeri
Bertingkah laku halus hai putra negeri

  Karena si kucing tidak pernah mendengar lagu ini sebelumnya ia pun berbisi “Lagu apakah ini? Makna dari setiap katanya sangat menyentuh.”. Tiba-tiba terdengar jawaban dari si pohon tua “Itu adalah lagu yang berjudul Bangun Pemudi Pemuda.” Kucing pun kembali menjawab “Wahh, bagus sekali. Kok kamu bisa tau?”

Sang pohon pun kembali menjawab “Tentu saja. Aku ini adalah pohon tua, sudah banyak peristiwa yang aku alami di sini. Sudah banyak darah yang tumpah, bertebaran di mana-mana yang aku lihat.” Sang kelinci pun menjawab dengan raut wajah kebingungan “Darah bertebaran? Apa maksudmu? Apakah kamu mau bercerita untukku?” Sang pohon tua pun tersenyum “Tentu saja aku mau. Dengarkan ceritaku ya.” Kucing pun menjawab dengan semangat “Siap!” Sang pohon tua pun mulai bercerita “Cikal-bakal lagu Bangun Pemudi Pemuda adalah mars Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang juga diciptakan oleh Alfred Simanjuntak. Dengan demikian, nadanya telah tercipta sebelum liriknya. Alfred menggubah liriknya supaya semangat yang ia sampaikan tidak hanya dimiliki Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang hanya memiliki enam kelas, melainkan seluruh Indonesia. Alfred Simanjuntak berpendapat bahwa nasionalisme di kalangan pemuda harus dipupuk. Ia menempatkan pemudi di depan pemuda karena pada umumnya penyebutan wanita berada di depan, misalnya damen und herren di Jermandames en heren di Belanda, dan ladies and gentlemen di Inggris. Karena lagu ini, polisi militer Jepang memasukkan dirinya ke dalam daftar hitam untuk dibunuh, tetapi hal tersebut baru diketahui Alfred setelah Indonesia merdeka. Dan setelah merdeka untuk mengenang peristiwa tersebut, lagu ini dinyanyikan setiap Hari Sumpah Pemuda yang dirayakan pada tanggal 28 bulan Oktober.” Kucing pun menjawab “Oh begitu ceritanya. Terima kasih sudah mau menceritakan cerita dibalik lagu ini pohon.” Sang pohon tua pun menjawab “Sama-sama”. Setelah itu, mereka pun menikmati lagu “Bangun Pemudi Pemuda” bersama-sama.

-selesai-

Terima kasih telah membaca hasil karyaku kali ini! Jangan lupa baca yang lainnya ya. Kaliam bisa baca di https://namasayayunia.blogspot.co.id Terima kasih :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa sih bedanya sampah organik dan anorganik?

GERHANA BULAN!

Bencana Alam di Nusantara